SALAMAKKI

SALAMAKKI

BERANDA

Senin, 25 April 2011

wisata kota makassar

Makassar merupakan salah satu kota pelabuhan terbesar di Indonesia bagian Timur. Ujung Pandang dan daerah sekitamya juga terkenal memiliki pelaut ulung yaitu orang-orang Bugis yang ahli membuat kapal laut. Pelabuhan Paotere yang berada di Utara Ujung Pandang merupakan kawasan pelabuhan kapal tradisional, dan kapal layar Bugis yang terkenal itu dapat ditemui di tempat ini.
Benteng peninggalan kolonial Fort Rotterdam dan sejumlah bangunan peninggalan kolonial lainnya seperti rumah kediaman gubernur menjadi bukti sejarah keberadaan Belanda di kota ini. Ujung Pandang merupakan tempat perisitirahatan terakhir dua pahlawan besar Indonesia; Sultan Hasanuddin dan Pangeran Diponegoro dari Jawa yang diasingkan Belanda di kota ini.
Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam merupakan salah satu bangunan peninggalan kolonial yang paling terawat di Indonesia. Benteng ini menjadi salah satu contoh terbaik dari arsitektur bangunan peninggalan Belanda yang ada di Indonesia. Sebelum Fort Rotterdam dibangun, di tempat ini terdapat benteng milik kerajaan Gowa yang dibangun pada sekitar tahun 1545 tapi kemudian dihancurkan Belanda ketika menyerang dan menduduki daerah ini.
Setelah Perjanjian Bungaya ditandatangani pada tahun 1667, Belanda kemudian membangun benteng baru di lokasi yang sama yang kemudian dikenal dengan nama Fort Rotterdam. Di dalam bangunan benteng ini terdapat Museum Negeri La Goa yang memiliki koleksi antara lain peralatan makan dan memasak dari Tana Toraja, instrumen musik dan berbagai macam kostum pakaian adat.
Pangeran Diponegoro dari Yogyakarta memimpin Perang melawan pemerintah kolonial Belada selama lima tahun (1825-1830). Perjuangan Diponegoro berakhir karena ditipu Belanda. Diponegoro diundang ke markas tentara Belanda untuk melakukan perundingan perdamaian. la tanpa curiga memenuhi undangan itu namun ternyata ia malah ditangkap dan kemudian dibuang ke Makassar. Diponegoro menjalani masa penahanan dalam pengasingan selama 26 tahun di Fort Rotterdam. Makam Diponegoro dan sebuah monurnen untuk mengenang pahlawan yang gagah berani ini terdapat di Jl. Diponegoro, Makassar.
Monumen Mandala di Jl. Jend. Sudirman merupakan menara yang menjadi salah satu ciri kota Makassar yang sebelumnya juga dengan nama Ujung Pandang. Selain itu bangunan vihara banyak terdapat di kota ini khususnya di Jl.Sulawesi karena masyarakat keturunan Cina banyak tinggal di Makassar.
Sisa-sisa Kerajaan Gowa masih dapat ditemui di kawasan pinggiran, di tenggara Ujung Pandang di mana terdapat Makam Sultan Hasanuddin, salah seorang raja Gowa yang hidup antara tahun 1629-1670. Di luar kompleks makam terdapat Batu Pelantikan yang merupakan tempat raja-raja Gowa dilantik sebagai raja dan diberi mahkota kerajaan. Tidak jauh dari pemakaman terdapat Mesjid Katangka yang juga memiliki kompleks makam di bawah tanah di mana di dalamnya terdapat beberapa kuburan.
Beberapa kilometer ke arah Selatan di Sungguminasa terdapat Museum Balla Lompa yang dulunya adalah istana Sultan Gowa. Istana ini berupa bangunan kayu dengan gaya arsitektur Bugis. Museum memiliki koleksi yang hampir sama dengan museum yang terdapat di Fort Rotterdam.
Pulau kecil yang terletak di lepas pantai Ujung Pandang ini ramai dikunjungi wisatawan pada hari libur. Kegiatan yang banyak dilakukan wisatawan di pulau ini adalah memancing dan snorkeling. Di pulau ini tersedia beberapa penginapan kecil yang juga menyediakan fasilitas makan. Untuk menuju ke pulau ini wisatawan dapat menyewa speed boat dari Makassar.
Pulau Kayangan terletak sekitar empat mil laut atau sekitar 15 menit dengan menggunakan speed boat dari Pelabuhan Laut Soekarno-Hatta, Makassar. Pulau Kayangan adalah sebuah pulau kecil berpasir putih seluas satu hektar. Lokasi wisata ini sudah dilengkapi Fasilitas antara lain pondokan, panggung hiburan, restoran, gedung serba guna dan anjungan untuk memancing. Di Lokasi ini juga terdapat akuarium yang menampung beragam jenis ikan hias air laut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas kunjungan dan komentarnya... anda puas saya lemas......

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...