SALAMAKKI

SALAMAKKI

BERANDA

Sabtu, 09 April 2011

Sejarah Nimbuzz

image
Nimbuzz pertama kali ditemukan pada tahun 2006 oleh Evert-Jaap Lugt dan Martin Smink, dan baru resmi diluncurkan pada bulan Mei 2008. Saat ini, Evert Jaap Lugt memegang jabatan sebagai CEO pada perusahaan tersebut. Nimbuzz bermarkas di Rotterdam, Belanda, tepatnya di 301 Rivium Boulevard, Capelle a/d IJssel, 2909 LK Netherlands. Selain di Belanda, Nimbuzz juga memiliki beberapa kantor di Argentina dan Brazil. Nama Nimbuzz sendiri memiliki arti "halo" atau "awan bersinar yang mengelilingi sang dewa saat turun ke bumi". Filosofi nama ini sangat sesuai dengan visi Nimbuzz mengenai "mobile freedom". Nimbuzz percaya pada kebebasan, ekspresi dan harapan bahwa teknologi yang mereka bawa ini bisa membuat dunia menjadi semakin kecil, dekat, dan menjadi tempat yang lebih baik dengan mendukung komunitas internasional, kesadaran akan kebudayaan dan saling pengertian. Perusahaan ini menerima venture capital /VC (modal ventura) dan strategic funding oleh Mangrove Capital Partners (Skype), Naspers/MIH (Tencent, Mail.ru, Gadu-Gadu, Mweb, Sanook, Tradus) dan Holtzbrinck Ventures (Kyter, StudiVZ). Hingga Oktober 2010, Nimbuzz telah diunduh sebanyak 150,000,000 kali dan 3,650,000,000 menit panggilan suara telah diadakan melalui Nimbuzz. Pada Nokia Ovi Store, Nimbuzz telah diunduh sebanyak 5 juta kali. Bahkan Nimbuzz sudah diunduh lebih dari 45 juta orang melalui GetJar (application store terbesar kedua di dunia). Komunitas Nimbuzz sendiri terdiri atas 30 juta anggota dan setiap harinya sekitar 70,000 anggota baru bergabung dengan komunitas ini.

Nimbuzz merupakan mobile social messenger yang mengkombinasikan instant messaging (IM), (geo) , dan VoIP (Voice over Internet Protocol) dari banyak komunitas populer seperti Skype, Windows Live Messenger (MSN), Yahoo! Messenger, ICQ, Google Talk, AIM, serta jaringan sosial termasuk Facebook dan MySpace. Aplikasi Nimbuzz dapat diunduh gratis pada websitenya. Aplikasi ini menggabungkan semua daftar teman yang berada di domain yang berbeda seperti di Skype, MSN, Yahoo, ICQ, AIM, Google Talk, dan lainnya sehingga para penggunanya pun bisa chat dengan semua temannya dengan satu kali log in. Situs jejaring dan komunitas sosial yang didukung oleh Nimbuzz adalah Skype, Windows Live Messenger (MSN), Google Talk, Twitter, Facebook, Yahoo!, AIM, MySpace, ICQ, GaduGadu, Hyves, StudiVZ, Giovani dan lainnya. Selain itu, Nimbuzz juga mendukung jaringan-jaringan Instant Messaging sebagai berikut: Skype, Google Talk, AOL, Instant Messenger, Windows Live Messenger, Yahoo! Messenger, MySpace, Facebook dan Jabber.
»»  LANJUT BOS......

Kue Bugis Bolu Peca’


Kue bolu adalah kue yang sudah sangat familiar di Indonesia. Berdasarkan bahan, kue bolu sangat banyak jenisnya, mulai dari bolu coklat, bolu keju, bolu pisang, bolu karamel, bolu ketan hitam dan lain-lain. Nah, disini kami akan berikan resep kue bolu ketan hitam. Karena ini adalah Kampung Bugis, maka tentu saja resep kue bolu ketan hitam yang akan kami bagikan adalah yang versi bugisnya, yang disebut bolu peca’ atau baulu peca’. Disebut bolu peca’ karena bolu yang ini renyah setelah direndam dengan cairan gula merah. Silahkan disimak resepnya :
Bahan-bahan
  • 5 butir telur bebek
  • 5 sendok makan tepung ketan yang sudah di sangrai
  • 1/2 kg gula merah ( gula jawa )
  • 200 cc air
  • soda kue secukupnya..
Cara membuat
Gula dimasak dengan air sampai encer, telur dan soda kue di kocok sampai mengebang, masukkan ke cetakan segi empat ukuran 15×20 cm, kemudian dikukus hingga matang.
Setelah matang, iris menjadi 20 irisan tipis, kemudian rendan dlm cairan gula merah, lalu tiriskan. Cairan gula dimasak kembali hingga kental kemudian di tuang kebolu..
Siap di hidangkan…
»»  LANJUT BOS......

Kue Nagasari / Bandang-bandang

Bandang-bandang, begitu anda ketik keyword ini di google maka yang muncul adalah berita-berita atau gambar-gambar mengenai banjir bandang. Tapi di Tanah Bugis ada satu kue khas yang bernama bandang. Kue bandang ada dua jenis yaitu bandang lojo (kue bandang tanpa pembungkus yang ditaburi kelapa) dan bandang-bandang, yang ini dibungkus daun pisang dan berbahan dasar pisang juga. Tapi kali ini yang akan dibahas adalah resep kue bugis bandang-bandang yang merupakan kue basah, kalau di Indonesia umumnya lebih dikenal dengan kue nagasari.
Untuk membuatnya cukup mudah.
Bahan :
  • 4 liter tepung beras baru
  • 3 gelas gula pasir
  • 4 sendok makan Garam
  • 12 sendok makan kanji
  • 3 liter santan
  • Pisang secukupnya (Potong 1 buah pisang menjadi 4 bagian)
  • Daun Pisang untuk membungkus
Cara membuat :
  • Ambil 1 liter santan. campur dengan tepung, Ulek sampai halus
  • Tambahkan kanji lalu ulek lagi sampai rata
  • Didihkan 2 liter santan lalu masukkan gula pasir dan adonan tepung tadi.
  • Aduk sampai kental, Angkat
  • Ambil 1 sendok adonan, ratakan diatas daun pembungkus lalu isi dengan pisang.
  • Bungkus lalu kukus sampai masak.
Siap untuk disajikan
»»  LANJUT BOS......

Kue Barongko atau Buronggo Khas Bugis

Barongko atau Buronggo adalah salah satu penganan khas asli Bugis. Barongko sangat mudah dijumpai dalam acara-acara adat, acara perjamuan dan kegiatan-kegiatan lain di daerah Bugis, seperti misalnya acara pengantin, Mappanre Temme (khatam Qur’an), sunatan, pengajian dan lain-lain. Biasanya kue Barongko yang juga kadang disebut Buronggo disajikan sebagai makanan penutup setelah makanan pokok. Penganan ini berbahan dasar pisang kepok matang yang dikukus dengan daun pisang.
Barongko
Untuk membuat Barongko atau Buronggo, berikut ini resepnya :
Resep Masakan Barongko/Buronggo
Bahan:
  1. 8 buah pisang kapok matang
  2. 2 butir telur, kocok lepas
  3. 50 gram gula pasir
  4. ¼ sendok teh garam
  5. ¼ sendok teh vanili bubuk
  6. 100 ml santan dari ¼ butir kelapa
  7. Daun pisang untuk membungkus
Cara Membuat Kue Barongko :
  1. Kupas pisang, potong-potong, haluskan
  2. Tambahkan telur, gula pasir, garam, vanili, santan. Aduk hingga rata
  3. Ambil selembar daun pisang, masukkan 2 sendok makan adonan. Bungkus bentuk tum.
  4. Kukus 30 menit hingga matang
Hasil kurang lebih 15 porsi/bungkus
»»  LANJUT BOS......

Acara Adat Tujuh Bulanan Ala Bugis Bone

Upacara tujuh bulan kehamilan, dalam bahasa Bugis Bone disebut Mappassili, artinya memandikan. Makna upacara ini adalah untuk tolak bala atau menghindari dari malapetaka/bencana, menjauhkan dari roh-roh jahat sehingga segala kesialan hilang dan lenyap. Acara itu diawali dengan iring-iringan pasangan muda tersebut, dalam pakaian adat Bugis menuju sebuah rumah-rumahan yang terbuat dari bambu dengan hiasan bunga dan pelaminan yang meriah oleh warna-warna yang mencolok. Sebelumnya, calon ibu yang hamil tujuh bulan dari pasangan muda ini harus melewati sebuah anyaman bambu yang disebut Sapana yang terdiri dari tujuh anak tangga, memberi makna agar rezeki anak yang dilahirkan bisa naik terus seperti langkah kaki menaiki tangga. Upacara Mappassili diawali dengan membacakan doa-doa yang diakhiri oleh surat Al-Fatihah oleh seorang ustadzah. Bunyi tabuh-tabuhan dari kuningan yang dipegang oleh seorang bocah laki-laki mengiringi terus upacara ini.
Selanjutnya upacara ini dipimpin oleh seorang dukun. Ia mengambil tempat pembakaran dupa dan diputar-putarkan di atas kepala sang ibu. Asap dupa yang keluar, diusap-usapkan di rambut calon ibu tersebut. Perbuatan ini memberi makna untuk mengusir roh-roh jahat yang bisa mengganggu kelahiran bayi. Menurut kepercayaan mereka, roh jahat itu terbang bersama asap dupa.
Kalau dalam adat Jawa, upaca nujuh bulan dilakukan dengan menyiram tubuh calon ibu, namun di Mappassili hanya memercikkan air dengan beberapa helai daun ke bagian tubuh tertentu, mulai dari atas kepala, bahu, lalu turun ke perut. Bahu menyimbolkan agar anak punya tanggung jawab yang besar dalam kehidupannya. Demikian pula tata cara percikan air dari atas kepala turun ke perut, tak lain agar anaknya nanti bisa meluncur seperti air, mudah dilahirkan dan kehidupannya lancar bagai air.
Usai dimandikan, dilanjutkan dengan upacara makarawa babua yang berarti memegang atau mengelus perut. Pernik-pernik pelengkap upacara ini lebih meriah lagi ditambah lagi dengan beraneka macam panganan yang masing-masing memiliki symbol tertentu.
Calon ibu yang telah berganti pakaian adat Bone berwarna merah ditidurkan di tempat pelaminan. Sang dukun akan mengelus perut calon ibu tersebut dan membacakan doa. Selanjutnya daun sirih yang ditaburi beras diletakkan di kaki, perut, kening kepala calon ibu dimaksudkan agar pikiran ibu tetap tenang, tidak stress. Diletakkan di bagian kaki sebagai harapan agar anak melangkahkan kakinya yang benar. Sementara beras sebagai perlambang agar anak tak kekurangan pangan. Seekor ayam jago sengaja diletakkan di bawah kaki calon ibu. Bila ternyata ayam tersebut malas mematuk beras, menurut mereka ini pertanda anak yang akan lahir perempuan.
Tahap akhir upacara tujuh bulan Bugis Bone ini adalah suap-suapan yang dilakukan oleh dukun, pasangan tersebut (sebagai calon bapak dan ibu) dan orang tua keduanya.
Acara ditutup dengan rebutan hiasan anyaman berbentuk ikan dan berisi telur bagi ibu-ibu yang memiliki anak gadis atau yang sudah menikah. Ini sebagai perlambang agar anak-anaknya segera mendapat jodoh yang baik, dan nantinya melahirkan dengan mudah.
»»  LANJUT BOS......

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...